Disaat semua yang sudah direncanakan, ngga sesuai dengan harapan yang kita mau adalah akhir dari segalanya. Berawal dari pemikiran diluar sana yang selalu mendesak untuk mengatakan harus harus harus tanpa tau dimana tujuannya itu semua, tanpa tau kapan kita harus tenang dan tanpa tau kemana kita harus berlabuh. Ngga mudah untuk melakukan, mengatakan ataupun menjawab semua pertanyaan yang seharusnya ngga perlu ditanyakan dan justru membuat pribadi orang tsb menurun. Semua berawal dari ucapan, perkataan ataupun ocehan-ocehan orang diluar sana yang ngga bertanggung jawab. Yang kalo salah, akhirnya bilang “maaf kan Cuma bercanda” shit guys
Bukan keadaan yang mudah untuk bisa ditahap sekarang ini. Untuk bisa sejauh ini itu ngga gampang walapun diluar sana pasti banyak yang bilang “gak kamu aja kok yang alamin. Kita sama – sama alamin itu juga”. Saat itu bahkan sampai sekarang, aku Cuma bisa senyum dan ngomong dalem batin aja “NO, kita gak sama. Kamu masih normal sedangkan aku? Bisa hidup sejauh ini aja sudah cukup bersyukur. Bersyukur karna sudah cukup lama berdebat dengan aku yang sebenernya” . Kalian ngga ngerti gimana rasanya di pertaruhkan dengan dua yang berbeda yang bukan kamu dan bisa menghambat semua jalan kamu. Kalian ngga tau apa-apa tentang aku sebenernya karna kalian ngga pernah percaya itu.
Sabar, berusaha, bersyukur untuk waktu yang cukup lama itu ngga mudah. belum lagi hina-an, caci maki-an, ghibah dari orang sekitar yang ngga tau aku sebenernya pun ikut berkomentar dan mengasumsikan sesuai dengan asumsi mereka sendiri. Bebas kok bebas, manusia punya mulut dan pikiran untuk mengomentari setiap manusianya.
Kuliah salah – ngga kuliah salah…
Kerja salah – ngga kerja salah…
Usaha sendiri salah – ngga usaha salah…
Menikah salah – ngga nikah salah…
Punya anak salah – ngga punya anak salah….
Kalo semua orang punya pemikiran apapun yang dilakukan salah, ya itu secara ngga langsung buat orang lain ngga pernah maju. Proses setiap orang itu beda-beda. Beda waktunya, beda jaraknya, beda pemikirannya bahkan beda tujuannya. Kalo kamu sudah bangga dengan proses yang cepet dan menurut kamu berhasil ya itu wajar karna kamu sendiri yang ngalamin itu, tapi bukan berarti orang lain harus sama dong prosesnya dengan kamu. NO baby. Bukan gitu cara kerjanya. Tuhan menciptakan umatnya beda-beda. OKE ?
Apakah pemikiran orang diluar sana, sukses itu Ketika kamu sudah lulus – bekerja – resign - menikah – punya anak? Kalo kalian semua berfikiran kek gitu, berarti…
Orang yang punya usaha/rumah sendiri – belum menikah itu ngga sukses?
Orang yang punya kerjaan mapan – menikah – belum punya baby itu ngga sukses?
Orang yang bisa melanjutkan kuliah sampe S3 itu nggga sukses?
Orang yang belum punya rumah sendiri masih sama orang tua – menikah itu ngga sukses?
Orang yang belum punya anak tapi udah menikah itu ngga suskes?
Orang yang belum menikah tapi udah mapan itu ngga sukses?
dan lain – lain diluar sana.
Realistisnya, semua orang ingin semuanya tertata dan apa yang dimau bisa tercapai.
Kesuksesan setiap orang bukan dilihat seberapa banyak materi yang kamu dapatkan, seberapa beruntungnya menikah langsung punya baby. NO guys. Yang tau itu semua Cuma kita dan Tuhan. Kalian orang awam, ngga bisa langsung judge orang tersebut.
Disini aku Cuma ingetin aja, jangan pernah kamu judge orang lain sebelum kamu tau betul dia seperti apa. Dan jangan pernah men sama-ratakan masalah atau kehidupan kamu dengan orang lain. Kekuatan dan kelemahan setiap orang itu berbeda. Berpendapat dan berasumis boleh tapi jangan berlebihan. Karna kalo berlebihan itu bukan mendukung tapi justru malah mencelakakan orang tersebut. Semoga Bahagia dan sehat selalu untuk kaiian semua.


0 komentar