Hai teman, aku pamit.


Bukan suatu kebetulan jika awalnya kita bertemu dan bertegur sapa 
Mencurahkan semua beban yg ada pada diri kira
Mencoba memahami satu sama lainnya
Saling terbuka dan jujur dengan keadaan kita
Bertemu kembali setelah sekian lama tak berjumpa
Memberikan sapaan kembali saat semuanya terasa hampa
_

Namun semua begitu Egois jika kamu dan aku 
hanya kebetulan saja bertemu lalu saling meninggalkan satu sama lainnya
Semua begitu Egois jika antara kamu dan aku 
tidak ada rasa yang harus diucapkan
Semua begitu Egois jika ternyata semua yang kamu dan aku 
jalani selama ini hanya sebagai teman

Iyaaa.... teman....

Teman yang bisa memberikanmu nasihat 
jika kamu sedang sepi
Teman yang bisa memberikanmu semangat 
jika kamu sedang sedih
Teman yang bisa memberikanmu kejutan 
yang mungkin sederhana tapi bisa buat kamu berarti
Teman yang bisa memberikanmu tempat kemanapun
jika kamu sedang sendiri
Teman yang bisa memberikanmu dan mendengarkan ocehan apapun 
jika kamu sedang melakukan kesalahanmu diluar kehendakmu sendiri dan pergi
Atau teman yang bisa memberikanmu apapun 
jika kamu sedang depresi

Mungkin selama ini aku yang salah menilaimu 
karena kamu terlalu peduli sampai akhirnya aku lupa kalo kita hanya sebatas teman
Jika dikilas balik lagi, 
mungkin kalo didunia ini tidak ada golongan atau tahta orang-orang “besar” diluar sana, 
aku yakin kita bisa bersatu dengan sendirinya Tanpa ada paksaan apapun. 
Indah bukan. Namun semua itu hanya ilusiku saja. 

Dan mungkin sekarang waktu yang cukup untuk aku bisa pergi dari kamu. 
Ragaku tidak pergi, 
tetap disini dengan kondisi aku disini masih denganmu dan tetap dengan kamu kapanpun kamu mau
Tapi hatiku yg berhenti dan pergi 
setelah semuanya terasa jelas jika aku dan kamu bukanlah manusia yang diciptakan untuk satu.

Terimakasih untuk selalu ada, aku pamit.

0 komentar