Okeee namanya Corona Virus, berawal dari kota Wuhan - China yang mayoritas semua orangnya gaboleh buat keluar rumah. Jadi untuk perusahaan-perusahaan disana atau bahkan yang membuka wirausaha disana bakal di Lockdown. Pasti udah banyak orang ngerti apasih Corona Virus itu karna udah banyak banget yang secara tidak langsung search google itu. Jadi sekitar bulan Januari akhir atau Februari awal gitu, Virus tersebut masuk ke Indonesia. Bukan Indonesia saja, tapi udah mendunia. Gilaaa semua dunia kena virus itu. Pemerintah menegaskan untuk tidak berkontak secara fisik ataupun bergerumbul ditengah wabah seperti ini karna Virus ini cara penularannya cepet banget (lewat air ya bukan udara). Jadi kalau kita ngobrol sama orang, secara gak sadar orang itu kalo ngomong selalu pake kuah kan yaaa….. dengan cara itulah virus menular secara cepat. Apalagi untuk usia rentan dan yang memiliki penyakit bawaan (diabetes, jantung, paru-paru, dsb). Jadi kita semua disarankan untuk memberikan jarak ± 1 meter dari oranglain.
Di Indonesia belum dilakukan Lockdown dan dilakukan PSBB. Mungkin karena dari Pemerintah Pusat dan Daerah juga sudah memikirkan banyak konsep yang diberikan agar pandemic seperti ini tidak menyebar luas dengan keadaan warga Indonesia yang seperti ini. Masyarakat selalu dihimbau untuk bersih dengan cara mencuci tangan (ditempat umum sudah banyak sekali disediakan) memakai masker, membawa handsanitizer dan disarankan untuk berjemur serta minum vitamin atau minum jamu tradisional. Nahkan kebayang kan sama orang yang gak suka minum jamu gimana hehe. Sudah ± 2 bulan semua dibatasi, tidak boleh mudik, berpergian keluar kota meskipun bosennya luar biasa. Semua demi kita sendiri. Bahkan di tengah pandemic seperti ini, banyak orang yang dirumahkan atau diberhentikan secara pihak dikarenakan dari perusahaan atau pihak mereka tidak ada pemasukan sama sekali dan tidak tau sampai kapan pandemic ini berakhir. Swalayan, Apotek, Rumah Sakit masih buka sampai sekarang hanya saja tidak full seperti biasanya dikarenakan untuk kebutuhan sehari-hari atau keadaan darurat.
Pandemic ini sangat merugikan di berbagai pihak, bukan untuk perusahaan besar yang sedang bertahan demi karyawannya atau perusahaan kecil yang masih harus banget merintis. Ini merugikan untuk para jobseeker yang harus mikir 2 kali untuk harus bertahan hidup juga. Yasssh para jobseeker seperti aku juga. Banyak banget yang tertunda atau bahkan ditolak dipuluhan perusahaan atau bahkan belum ada jawaban sama sekali karna perusahaan yang dipilih sedang melakukan #WorkFromHome. Pandemic seperti ini merugikan untuk semuanya…semuanya. Sangat berkecil hati bagi saya pribadi dengan lulusan yang bukan Sarjana yang harus mencari lowongan kesana kemari ditengah pandemic seperti ini. Banyak yang menunda dan berakhir ditolak bahkan berakhir dengan email “Maaf anda belum beruntung dan silahkan dicoba tahun depan” atau tidak ada jawaban sama sekali setelah melakukan banyak test.
Genap 6 bulan aku balik ke Surabaya dan sudah tidak berada di Semarang dikarenakan ada perubahan secara mendadak dari perusahaan sebelumnya yang membuat aku untuk tidak mikir panjang lagi dan berani untuk out. Keputusan yang sangat sulit untuk dibicirakan diberbagai pihak yang hanya ingin tahu aja soal masalah yang terjadi dengan aku. Heran. Kenapa manusia se-Kepo ituya sama manusia lainnya yang sudah jelas bukan masalah dia hehe. Puluhan perusahaan sudah di apply dengan berbagai macam diminta but no reason. Kalau ada yang menyarankan unttuk ikut Pra-Kerja, sedang aku coba yaa, karna yang pertama aku belum foto dengan KTP, serta melihat juga pro-kontra nya but aku pribadi tidka masalah dengan itu karena menurutku ini bagus untuk jobseeker diluar sana. Jobseeker yaa, yang bener-bener ingin mendapatkan pelatihan sesuai bidang kita atau diluar bidang kita dengan harga yang Cuma-Cuma (dana secara virtual bukan cash ya) menurutku ini bagus yaa but I’ll try again for this!
Dan akupun akhirnya berakhir untuk melanjutkan blog lama aku yang udah lupa banget giaman caranya. Fix lupa semuanya tentang ini dan ingin belajar lagi. Iyaaa memang ini tidak dibayar siapapun atau tidak menghasilkan uang sama sekali dan bahkan bosen. Tapi aku happy bisa menulis lagi dan bercerita lagi disini dengan cara yang aku mau tanpa paksaan apapun. Dan tidak lupa aku menulis ini sambil apply-apply di perusahaan lainnya juga (tetep kerja keras dipandemic seperti ini yaa). Aku percaya semua pasti ada masanya, waktunya dan kesempatannya selagi kita mau berusaha dan berdoa. Meskipun sedang #dirumahaja karna ± 6 bulan sudah #dirumahaja kaarna belu mendapatkan yang terbaik, akupun tetep terus berusaha dan membuat semuanya bisa dilakukan. Suatu saat, pasti aku bisa balas semuanya dengan cara Tuhan memberikan semua yang terbaik untuk aku. Aamiin..
Lekas sembuh bumiku..
Lekas membaik bumiku..
Lekas sadarlah manusia – manusia diluar sana
Ini bukan tentang ego aku dan kamu yang sembuh atau sehat
Tapi ini untuk kita semua yang ada di Bumi.
Turunkan egomu sesaat hingga kamu sadar bahkan itu bukan yang Terbaik.
Sabarlah karena ini bukan tujuan akhirnya
Tidak perlu tergesa-gesa lakukan apapun itu
Tenangkan pikiranmu yang membuatmu jenuh
Duduklah sesaat dan buka pikiranmu.
Jika sudah tenang, cukup katakan Terimakasih Tuhan dan tersenyum kembali.
Selamat Quarantine day all along.


0 komentar