Saya mengikuti
organisasi sejak saya masih kecil. Saya ikut perkumpulan kecil di kampong saya
yang bernama Karang Taruna. Sedari kecil saya sudah dibiasakan untuk hidup
mandiri dan tidak egois. Sewaktu saya masih duduk di bangku SD, saya sering
mengikuti acara kepanitiaan yang dipilih oleh guru saya. Saya merasa senang
menjalani itu semua. Lalu, tak lama saya memasuki SMP. Disini saya ikut OSIS
(Organisasi Siswa Intra Sekolah). Dari kelas 1 sampai kelas 3 saya mengikuti
kegiatan tersebut. Rasa jenuh, kesal, lelah, bahagia kumpul jadi satu apalagi di
dalam kegiatan yang kita jalani berjalan dengan sukses. tidak terasa, saya
memasuki SMA. Di SMA saya tidak mengikuti OSIS. Karena saya telat untuk
mendaftar kegiatan tersebut dan akhirnya saya mengikuti Paskibra. Saya fikir di
dalam paskibra ini kita hanya diajarkan tentang maju jalan, langkah tegap
ataupun tata cara pada saat upacara. Namun, saya salah besar. Saya disini
diajarkan tentang Kerjasama, tidak egois, saling mengingatkan satu sama lain
dan organisasi serta kekeluargaan yang sangat tinggi. Pada suatu waktu, semua
yang diajarkan ini dijadikan satu peleton untuk membuat barisan. Super sekali
yaaa. Saya bangga masuk kedalam organisasi tersebut. Dan kita tidak hanya
berfikir dengan otak kanan/kiri tapi kita berfikir untuk bagaimana emosi
mengendalikan pikiran kita semua dan bekerja dalam satu team. Bersatu kita kuat
dan bersama kita bisa. Kita maju untuk satu Organisasi. Dan kita satu untuk
satu Tujuan.
SMA sudah berlalu, dan sekarang saya sudah memasuki Kuliah dan sekarang saya bukanlah seorang siswa tetapi Mahasiswa wkwk
Saya di perkuliahan
mengikuti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) disini saya menjabat sebagai BPH
Humas Internal. Bisa dibilang saya yang mengurusi apa yang ada di dalam Kampus.
Berat tetapi saya menjalani dengan ikhlas. Di dalam BEM saya tidak ada paksaan
untuk ikut berorganisasi. Saya ikhlas dari hati saya untuk menjani semuanya.
1periode sudah berlalu, titik jenuh yang saya alami mulai muncul, rasa lelah
yang saya alami perlahan datang dan rasa sakit yang saya derita terjadi tetapi
itu semua mengalahkan rasa bahagia yang ada di dalam setiap proker. Kita selalu
bekerja sama untuk mencapai hasil dan tujuan yang maksimal. Kita tidak pernah memikirkan
hal-hal apa saja yang terjadi jika proker kita berjalan. Yang terpenting kita
tetap berfikir positive dan ikhlas menjalani semua kegiatan yang berlangsung
dan jangan lupa berdoa sebelum atau sesudah acara. Saya pernah membaca sebuah
pepatah jika kita mau bekerja secara TEAM, maka perkerjaan yang berat akan
menjadi ringan. Jadi, intinya “sesuatu pekerjaan yang berat, akan ringan jika
kita melakukannya bersama-sama dan jika kita ikhlas dalam melakukan pekerjaan
tersebut, maka Tuhan akan memberikan bonus lewat hasil yang maksimal”
Bagian tersulit dari
melupakan adalah mengingat semua kenangan yang sudah terjadi. Tetapi, jika kenangan
tersebut indah, jangan jadikan sebuah kenangan tetapi jadikanlah sebuah memory
yang indah dalam hidup kita. Dan jika kenangan tersebut suram, cukup
tersenyumlah dan berdoa sama Tuhan agar tidak ada kenangan yang seperti itu
untuk kedua kalinya atau seterusnya – aurora,20th


0 komentar