Berawal dari baca artikel, muncul quotes – quotes di sosmed bahkan dari obrolan teman terdekat yang selalu bilang “Quarter Life Crisis” atau bisa dibilang kehidupan di umur setelah lebih dari 20 tahun-an. Waktu itu Cuma bisa nebak - nebak gimana rasanya, seberat apa, sekuat apa nanti kalau aku pribadi berada didalam situasi yang bisa dibilang “rumit” *eciyee udah kek lagu aja gaksih hehe (yang tau – tau aja).
Gapernah bayangin sejauh ini dan se-hopeless ini. Sampai akhirnya, ngerasain sendiri berada di titik ini. Jujur kaget banget, sampai bener-bener gabisa ngomong atau cerita ke siapapun dan malah lebih menutup diri buat semua orang terdekat. Bukan karena aku gak peduli dengan sekitar atau bahkan dibilang kacang lupa kulitnya. Big NO! Emang masa nya aja udah beda. Lebih ngerasa gapercaya sama apa yang dikatain sama orang lain. Lebih ke gamau denger sekitar kita ngomong apa dan lebih ke nutup telinga buat gamau denger atau nutup semua sosmed buat gamau tau semua kejadian yang terjadi. Jujur aku ngehindarin itu semua. Semakin kesini semakin sadar dan bahkan gabisa bedain mana yang bener tulus dan mana yang cuma pengen tau aja keadaanku gimana. Karena cerita ke orang pun gabisa menyelesaikan masalah yang terjadi. Dan dari aku pribadi juga emang gamau terlihat “aku tidak baik – baik saja” padahal untuk merasa “tidak baik-baik saja” itu hal yang wajar. Sampai akhirnya sedikit demi sedikit mau menerima keadaan apapun yang terjadi.
Semakin bisa ngomong “enggak” dalam hal apapun dengan hal yang bikin aku gak nyaman. Sedikit orang memang untuk yang bisa paham dengan semua ini. bahkan diluar sana atau orang terdekat kita pun pasti berfikiran buat “udahlah nanti juga balik sendiri” , “udahlah biarin aja” , “udahlah, dia kek gitu jugua udah biasa” , “udalah jangan terlalu dikejar, kebiasaan” atau udalah udahlah yang lainnya yang akhirnya kita cukup kuat untuk berdiri sendiri dengan orang – orang tertentu di sekitar kita. Sampai sekarang aku gak pernah menyalahkan keadaan yang sudah terjadi dan gak pernah menyalahkan gimana watak dan sifat dari oranglain. Gapernah. Karna jujur semua yang terjadi sudah diatur sesuai porsinya. Bahkan siapa orang terdekatmu yang sampai saat ini berjuang dengan kamu dan dengan sabar ada sama kamu, itu juga sudah digariskan oleh-Nya. Manusia hanya berencana kan ya tapi Tuhan yang menentukan.
Quarter Life Crisis memang benar adanya. Masalah dan Kesempatan yang ada selalu muncul secara bergantian. Masalah yang diberikan silih berganti juga akan datang dan pergi. Datang disaat kita belum siap dan Pergi disaat kita sudah siap untuk bisa menerima semuanya. Aneh memang tapi semesta selalu bekerja seperti itu. Diluar logika memang, tapi kenyataannya begitu adanya.
Berawal dari pribadi sendiri yang bahkan sampai sekarang masih menjadi “beban keluarga“ *I'm sorry mom and dad disaat orang sekitar bahkan terdekat sudah “menetap” atau “mandiri” secara fisik dan finansial. Banyak banget banget banget yang bilang “usaha sendiri aja” , “daftar diperusahaan yang biasa aja” atau bahkan “grade-nya terlalu tinggi sih”. hmm cukup heran dan gak ngerti lagi sama orang yang suka banget asal ngomong dan ketik hehe. Halooo orang – orang diluar sana, “pergunakanlah lisan dan tutur kata yang baik yang bisa membuat kita respect sama kamu. Percuma punya paras dan fisik yang seimbang tapi gapunya etika dalam tutur kata yang benar”
Kedua beralih di keluarga yang tiba – tiba down secara apapun dan kita cuma bisa bilang “bersyukur masih bisa ngerasain seperti ini meskipun berat. Tapi kita percaya semua pasti berlalu”
Ketiga selalu dihadapkan dengan pertanyaan “KAPAN ?” Banyak dari orang terdekat yang seenaknya ngomong “kapan“ , “kapan“ , “ kapan“ tanpa mikir perasaan orang tersebut dan benci banget kata - kata itu. Plislah STOP! untuk basa - basi. Pertanyaanmu justru bikin basi dari dirimu sendiri tau. Disini cuma bisa bilang, “semua yang terjadi di dalam diri kita dan dunia ini bukan untuk ajang perlombaan yang harus sampai di finish dan menang. Karena proses dari setiap orang berbeda dan kita gaada yang tau kapan“
Dan masih banyak lagi yang terjadi yang mungkin gabisa disebutkan satu – satu. Masalah yang aku hadapi mungkin juga gak sebanding dengan masalah yang terjadi dengan kalian masing – masing. “Kita gabisa dan gaboleh men-sama ratakan masalah kita dengan orang lain. Semua sudah diatur dan diproses sesuai dengan kemampuan kita." Oh men! Bisa bacot gini juga yaa wkwkwk.
Kurang lebih 2 bulan, aku bener-bener close all the things around me. Even small or big things thats not relate with me. And yes! My mentality got better. Even so little but it doesn’t matter *correct me if I wrong hehe. Anjaaaay keren juga ngomong gue :)))) maybe banyak yang bertanya di sosmed, “kamu depresi ?“ atau “oh gangguan mental” atau oh oh oh yang lain. Dan aku Cuma bisa jawab “gatau“ karena sampai sekarang belum berani untuk check up. But I believe I feel okay, it’s just stressed or need a friend to chit chat and not fake, not to want to know my problem after that lost. I hope so. Please for support and best prayer for me.
I believe that’s problem what I have is done or used to say all of people is “Quarter Life Crisis” literally has done because God has plan and God never gives problem beyond the limits of human – Aurora yang setelah ini memasuki seperempat abad hehe.
Untuk kamu kamu kamu yang sudah menemani seseorang untuk berjang bersama dan dengan sabar untuk bisa mengerti apapun kondisinya "You're so cool and your friend so proud of you guys! Thankyou. All of yor support will be rewarded by God"
And for all people in around me and maybe my followers in social media, I want to say "Thankyou and you’re strong guys!"
Untuk kamu kamu kamu semua yang sedang berjuang sama seperti aku saat ini, semangat! Kamu gak sendirian dan gapernah sendiri. Proses dan usaha tidak pernah menghianati hasil. Coba untuk memaafkan dirimu sendiri, memaafkan orang yang ada disekitarmu dan minta maaf sama orang yang pernah kamu sakitin dulu. Mulai dengan berbuat baik dulu sama orang. Urusan dia jahat sama kamu itu urusan dia sama Tuhan bukan sama kamu. Kita hidup selalu berdampingan. Gabisa hidup sendiri. Jangan takut untuk kehilangan orang terdekatmu. Hindari jika menurut kamu itu toxic. Ini semua siklus. Yang deket menjauh dan yang jauh akan mendekat atau bisa juga yang dekat menjauh yang jauh semakin jauh. Everything has changed guys. Gausah dengerin apa kata orang dan stop untuk basa – basi kesana kemari karena itu semakin basi. Gausah mencari tau apa yang gak mau kamu ketahui. Rehat dari semua yang terjadi di kehidpan emang perlu kok. Istirahatlah jika kamu capek dengan semua yang terjadi. Bersyukur dengan apapun yang terjadi. Bersyukur Tuhan masih ngasih kesempatan yang layak buat kita bisa hidup di dunia ini. Semua akan indah di waktu yang tepat. Kalau kata quotes di Pinterest, “Pasti akan ada pelangi setelah hujan badai. Usahamu tidak akan sia-sia guys” Semangat dan selamat berjuang! Believe it, Amen!


0 komentar