To : my Tugas Akhir a.k.a Skripsi
Bulan ini merupakan bulan yang menurutku bulan yang sangat penuh kesibukan dengan adanya Tugas Akhir setelah Laporan Praktik Kerja Magang kemarin. Tapi ini salah besar. Disaat semua teman – teman saya mengerjakan, justru saya merasa masih belum paham dan bahkan tidak mengerti dengan kasus yang harus saya kerjakan untuk Tugas Akhir saya.
Rasanya ingin menyerah dengan keadaan yang sekarang. Rasanya saya termasuk orang yang kurang beruntung sekarang. Tetapi, jika saya menyerah dengan keadaan yang seperti ini, rasanya tidak masuk akal sekali. Karena entah kenapa, saya yakin jika nantin dikemudian hari pasti saya mendapatkan yang lebih indah dari cobaan ini. Sang waktu telah menunjukan keadaan dimana saya harus mengejar semuanya karena ini sudah dia ambang batas. Ini sudah deadline tapi saya belum memulai semuanya. Saya iri dengan teman – teman yang dari awal magang tidak terjadi kesulitan apapun dan sama sekali tidak mengalaminya. Mungkin tidak semua teman saya seberuntung seperti itu. Tapi banyak teman terdekat saya merasakan mudah dalam menajalaninya. Bahkan banyak teman diantaranya yang mereka semua sudah memulai dan mngerjakan tetapi mereka berkata belum. Its bullshit men…. Gimana yaa rasanya. Sedih campur kecewa lah ya rasanya. Dan diantaranya banyak dari mereka yang menyembunyikan tentang Tugas Akhir mereka. Menguatkan satu sama lainnya? Nooo… mereka menguatkan diri mereka sendiri. Mereka hanya berkata “sabar ya. Itu cobaan” tapi dalam hati kalian, kalian pasti senang karena lawan kalian hancur satu persatu. Mereka menceritakan jika kejadian yang saya alami ini sama dengan mereka semua. No… semuanya tidak sama. Mereka bilang “saling menguatkan satu sama lainnya aja ya. Kita ini juga bingung” bullshit meeeen.. apa yang kamu katakan sekarang hanya ilusi yang hanya sekedar dating dan pergi saja. Sekarang rasanya saya sendiri dan merasa saya orang yang kurang beruntung.
Saya tidak tahu harus bagaimana jika semua yang terjadi sudah begini adanya. Hampa? Iya memang benar. Sedih? Sangat sedih rasanya jika sampai saat ini saya masih stuck. Bahagia? Iya didepan saja saya merasa senang. Sendiri? Iya saya sendiri sekarang, saya hanya punya Tuhan. Down? Iyaaa saya sangat down untuk saat ini. Sangat tidak lebih. Kecewa? Iyaa sangat kecewa dengan saya sendiri bukan dengan teman atau keluarga. Saya lelah Tuhan. Saya menangis setiap malam karna masalah ini. Saya pasrah dengan keadaan saya sekarang. Karena saya percaya semuanya akan berakhir, berakhir dengan indah. Saya tidak perduli dengan semua orang yang mengatakan saya tentang apapun dan bagaimanapun saya. Saya yakin saya orang yang kuat menghadapi masalah seperti ini karena-Mu. Terimakasih Tuhan saya lega.
Surabaya, 06 April 2017


0 komentar