Ketika pilihan terberat bukan lagi antara memilih warna krayon untuk menggambar.
Atau bahkan memilih sepatu mana yang paling cocok untuk hari ini.
Di situlah aku dan kamu mulai muncul, sebagai sebuah permasalahan yang rumit.
Mungkin, bukan dinamakan dengan rasa jika tidak meninggalkan sebuah rajutan luka, bukan pula hati jika rasanya sama sekali tidak pernah meninggalkan jejak berupa rasa hangat di pipi ataupun rasa panas di dada serta rasa sakit di kepala.
Tapi, bukankah kita hidup ini memang terlahir dari hati dan rasa?


0 komentar